Jumat, 29 April 2016

B A T A S

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin.
Besok batas hari ini dan lusa.
Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,
penjara dan kantor wali kota,
juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.


Yang menanti di jantung puisi ini dipisah oleh kata-kata.
Begitu pula rindu,
Hamparan laut dalam antara pulang 
dan seorang petualang yang hilang.
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang
Uang dan Undang-Undang.

Seorang Ayah membela anak dari Ibunya dan sebaliknya. 
Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan.
Persis segelas kopi tanpa gula yang menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa kabar hari ini?
Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku untuk memimilikimu sekali lagi - Anonim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar