![]() |
| Gambar ini diambil dari website |
Adanya
televisi dalam kehidupan manusia telah menghadirkan suatu peradaban baru, sebab
televisi memiliki fungsi yang sangat beragam yakni sebagai sumber informasi,
kontrol sosial, media edukasi dan media hiburan. Namun pada perkembangannya, program
televisi kita lebih mengutamakan untuk mendapatkan keuntungan yaitu untuk
mencari ratting, tidak melihat pada kebutuhan masyarakat. Sehingga hal
ini berdampak negatif pada konsumen, terutama terhadap moral anak-anak dan
remaja.
Hal ini terbukti melalui hasil analisis uji pengaruh
parsial, bahwa ada pengaruh yang bermakna (signifikan) antara variabel bebas,
yaitu judul film(X5), aktor & aktris(X6), adegan mesra(X7), dengan variabel
terikat variabel perkembangan moral remaja(Y1). Lebih lanjut dari hasil
analisis uji pengaruh parsial adegan mesra(X7) adalah variabel yang paling
signifikan mempengaruhi perkembangan moral remaja(Y1), hal ini terbukti dari
nilai koefisien regresi(b) variabel kebutuhan sosial(X7) paling besar
dibandingkan variabel bebas(X) lainnya. (Diahloka, 2012, hal. 28).
Selain itu menurut Berkowitz (1993) bahwa kekerasan
dalam berita televisi dapat mempengaruhi penontonnya untuk menjadi lebih
agresif. (L. Dion
Praditya, 1999, hal. 52).
Maka sudah saatnya kita sebagai masyarakat harus
cerdas dan bijak memilih program televisi yang berkualitas. Pemerintah juga
harus bertindak tegas bagi siapapun yang melanggar aturan sebaimana Pemerintah
Perancis pada (Caraher, 2006, hal. 597) bahwa If advertisers do not co-operate with this measure, they will be
required to pay a 1.5% tax to finance health promotion.
REFERENSI
Diahloka,
C. (2012). PENGARUH SINETRON TELEVISI DAN FILM TERHADAP PEREKMBANGAN MORAL
REMAJA. REFORMASI, 2(1).
Praditya,
L. D., Wimbarti, S., & Helmi, A. F. (1999). Pengaruh Tayangan Adegan
Kekerasan Yang Nyata Terhadap Agresivitas. Jurnal Psikologi, 26(1),
51-63.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar